Ketika Gong Myung sedang mengaduk aduk makanannya, seorang pelayan menyajikan sebotol soju. Hye Sung mengambil botol soju sebelum membuka botolnya dia mengocok terlebih dahulu.(sepertinya Hye Sung sudah ahli yaa) Gong Myung tertawa melihat tingkah Hye Sung.
Hye Sung kemudian mengisi gelas Gong Myung terlebih dahulu. Lalu Gong Myung sekarang yang mengisi gelas Hye Sung. Gong Myung berkata jika ini adalah hari pertama mereka minum - minum. Hye Sung mengiyakan. Hye Sung mengajak Gong Myung untuk sering sering minum bersama. (wahh wahh ini mah udah cocok dua duanya suka minum minum)
Hye Sung sedikit meneguk minumannya sedangkan Gong Myung langsung meneguk segelas sekaligus. Hye Sung pun langsung mengisi kembali gelas Ging Myung. Mereka pun siap menyantap makanannya. Gong Myung menyarankan agar memakannya dengar sayuran. Gong Myung pun membuat ssam untuk Hye Sung.
Gong Myung pun menyuapi Hye Sung.(suapan ke dua dari Gong Myung untuk Hye Sung). Tapi ssam yang Gong Myung buat kali ini kebesaran hingga membuat Hye Sung harus membuka mulutnya lebih lebar. Tapi Hye Sung malu untuk membuka mulutnya. Kali ini giliran Hye Sung yang membuat ssam untuk Gong Myung.
Gong Myung seperti biasa makan dengan lahapnya. Hye Sung berkata jika Gong Myung terlihat bahagia saat makan. Gong Myung memberitahu karena makanannya enak. Hye Sung kemudian bertanya berapa botol soju yang bisa Gong Myung minum. Gong Myung menjawab 4 atau 5 botol. Apa ??? Hye Sung tercengang kaget (begitupula saya .. Whattt the ????@#@#@#@)
Hye Sung berpikir jika Gong Myung memang peminum. Gong Myung berkata jika pria harus bisa minum setidaknya 4 sampai 5 botol. Hye Sung memberitahu jika diri sedang minum dia merasa bahagia. Mendengar itu Gong Myung mengajak Hye Sung untuk sering sering minum bersama. Hye Sung melanjutkan jika dirinya sedang mabuk dia akan bertingkah lucu.
Gong Myung meminta Hye Sung untuk tidak salah pahama. Kadang dirinya bicara seperti anak kecil terutama saat sedang bersama pria yang lebih tua darinya tapi disaat Hye Sung bertingkah lucu di depannya, dirinya benar-benar tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Jadi Gong Myung berharap Hye Sung tidak keberatan. Hye Sung berkata jika dirinya mengerti.
Gong Myung melanjutkan pembicaraannya. Tadi ketika mereka dipasar, Hye Sung terlihat kecewa. Hye Sung menjelaskan dia sedikit terkejut karena melihat tatapan Gong Myung padanya sedikit aneh. Gong Myung memberitahu jika tadi dipasar ada banyak orang di sana, jadi dirinya bingung tidak tahu harus bagaimana. Gong Myung menyakinkan jika dirinya tidak ada maksud apa apa dengan melihat Hye Sung seperti itu.
Hye Sung memberitahu Gong Myung jika dirinya sangat menyukainya. Karena mereka belum sedekat itu dan belum saling mengenal dengan baik, dirinya merasa terkejut. Tapi mendengarkan penjelasan Gong Myun tadi tentang bagaimana perasaan Gong Myung , kurasa kini dirinya bisa memahami Gong Myung.
Interview Gong Myung :
"Kami sempat berbincang saling terus terang tentang semua hal kecil yang ada di pikiran kami. Aku sangat suka itu karena kami menjadi saling memahami"
Hye Sung memberitahu jika julukan Gong Myung adalah "Baby". Mendengar julukan itu membuat Gong Myung terdiam malu. Hye Sung yang melihatnya tertawa. Gong Myung berkata jika dirinya harus minum lagi. Hye Sung sudah menebak jika Gong Myung akan berkata begitu.
Gong Myung bertanya apakah ada perbedaan di antara julukan mereka ? (Gong Myung memanggil Hye Sung "nae agi" sedangkan Hye Sung memanggil Gong Myung "Baby" dan kedua julukan itu sama sama berarti sayang) Hye Sung berpikir itu berarti pikiran mereka sama. Mereka berdua pun high five. Toossss
Hye Sung memberitahu jika dirinya ingin memanggil Gong Myung "Sayang", jadi dirinya terkejut saat Gong Myung memanggilnya dengan cara yang sama. Dan dirinya terlalu malu untuk mengakui
bahwa dirinya memberi julukan yang sama dengan Gong Myung. Mereka berdua tertawa malu. (satu pikiran satu hati ... hihihi)
Gong Myung berkata jika mereka berdua bersikap kekanak - kanakan. Hye Sung pikir itu hanya menunjukkan bahwa pikiran mereka sama. Gong Myung menambahkan jika itu terlihat lucu karena mereka berdua sama - sama ingin memanggil "Sayang".
Gong Myung bertanya jika Hye Sung tinggal di Yangjae-dong. Hye Sung membenarkan. Karena Hye Sung habis minum jadi dirinya akan mengantar Hye Sung pulang. Hye Sung bertanya mereka akan pulang menggunakan apa. Gong Myung menyarankan untuk menggunakan bus.
Mereka berdua bergegas menuju halte bus. Gong Myung memberitahu jika busnya tidak sering datang, tapi ada banyak orang yang naik bus. Setibanya di halte bus, tiba tiba Gong Myung bertemu dengan teman lamanya. Mereka pun bersalaman akan tetapi teman Gong Myung langsung naik bus jadi Gong Myung tidak bisa mengobrol dengan temannya itu.
Kemudian bus datang, mereja berdua pun bergegas masuk kedalam bus. Mereka berdua duduk dibangku paling belakang.
Gong Myung berkata jika dirinya sedang bahagia, jadi dia mau berbagi earphone dengan Hye Sung. Gong Myung menyuruh Hye Sung untuk memasukkan earphone ke dalam telinganya, karena lagunya akan segera diputar. Hye Sung bingung karena earphonenya tidak disambungkan ke hapenya. Gong Myung hanya menyuruh Hye Sung untuk memegang colokannya denga erat.(pertanyaan saya, apakah Gong myung sekarang mabuk???? Ahahah).
Gong Myung memberitahu jika musiknya akan segera dimulai dalam waktu sekitar 30 detik. Jadi Hye Sung tunggu saja. (Hye Sung hanya tersenyum melihat tingkah aneh Gong Myung. Setelah menyuruh Hye Sunh untuk menunggu, Gong Myung menyandarkan kepalanya ke kaca hendak tidur(tapi sambil tersenyum, malu) Hye Sung terus memperhatikan Gong Myung yang pura pura mendengarkan musik.
Hye Sung meminta Gong Myung untuk menyandarkan kepalanya dipundaknya tapi Gong Myung menolak malu.
Interview Gong Myung :
"Aku tidak yakin apakah itu boleh karena kami berada di dalam bus. Apakah orang-orang duduk berdekatan di dalam bus? Kami duduk saling berdekatan"
Interview Jung Hye Sung :
"Itu agak aneh bagiku, jadi, aku tidak bisa tidur. Aku sangat lelah. Kami duduk sangat berdekatan, jadi, aku tidak tahu harus bagaimana dan punggungku berkeringat. Rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat"
Tiba tiba terdengar suara yang memberitahu jika Perhentian selanjutnya adalah Stasiun Jamsil. Gong Myung pun terbangun mendengarnya. Hye Sung bertanya apakah Gong Myung tidur dengan nyenyak. Kemudian Hye Sung memperlihatkan tangan mereka berdua yang berpegangan tangan.
Gong Myung heran melihatnya dia bertanya sejak kapan mereka berpegangan tangan. Hye Sung menjawab jika Gong Myung yang memulai memegang tangannya. Gong Myung terlihat bingung tak percaya.
Hye Sung memberitahu jika Gong Myung tidut seperti bayi. Mata dan mulut terbukalebar. Gong Myung bertanya apakah seperti ini.(Gong Myung menirukan cara dia tertidur). Hye Sung mengiyakan.
Mereka turun dari bus kemudian tidak berapa lama mereka naik bus kembali. Mereka duduk kembali di kursi belakang. Hye Sung bertanya apakah Hye Sung masih mengantuk, Hye Sung pun mengajak untuk memejamkan mata kembali. Kali ini Hye Sung duduk lebih dekat ke Gong Myung kemudian dia menyandarkan kepalanya ke pundak Gong Myung. Mereka saling bertatapan, bukannya ikut menyandarkan kepalanya, Gong Myung malah menyandarkan kepalanya ke kaca.(eeeeiiiyyy dia mah emang ga romantis orang nya).
Kemudian terdengar suara pemberitahuan kembali jika bus telah tiba. Mereka berdua pum turun dari bus. Mereka berdua berjalan menuju rumah Hye Sung.
Sambil berjalan Hye Sung bercerita jika bagian kota ini adalah tempat tinggalnya
sejak dirinya pindah ke Seoul. Dan itu sudah sekitar 10 tahun. Dan rasanya aneh berjalan di sini bersama Gong Myung.
Hye Sung memberitahu jika ini semua adalah pohon sakura yang akan mekar pada musim semi. Gong Myung mengajak Hye Sung untuk pergi ke sini lagi di musim semi nanti agar mereka dapat melihat pohon sakura yang bermekaran.
Gong Myung memberitahu jika dirinya senang bisa berjalan bersama Hye Sung. Hye Sung pun merasakan hal yang sama. Hye Sung memberitahu jika pintu masuk rumah-rumah ini semuanya diterangi dengan lampu. Hye Sung pun memberitahu jika dirinya suka lampu yang redup seperti ini.(menunjuk lampu sebuah rumah)
Hye Sung bertanya apakah Gong Myung suka bermaim ayunan. Didepan mereka ada sebuah taman bermain, Hye Sung mengajak Gong Myung untuk bermain ayunan. Mereka pun masuk ke taman dan bermain ayunan.
Hye Sung berpikir jika Gong Myung akan duluan mengayun ayunannya lebih tinggi. Mereka pun seperti berlomba bermain ayunan, yang paling tinggi ayuanannya dialah pemenangnya.
Hye Sung berkata jika naik ayunan itu selalu terasa menyenangkan. Gong Myung tiba tiba bertanya bagaimana jika ayah Hye Sung datang. Gong Myung celinguk celinguk kekanan dan ke kiri takut ayah Hye Sung melihat mereka.
Hye Sung berpikir jika Gong Myung harus menyapa ayahnya. Hye Sung bertanya apakah dirinya harus menelpon ayahnya. Mendengar pertanyaan itu Gong Myung langsung lari, kabur.(hahahaha)
Hye Sung bertanya kenapa Gong Myung harus lari bukankah mereka berdua sudah menikah. Gong Myung merasa ayah Hyr Sung sekarang sedang mengawasi mereka disuatu tempat. Hye Sung memberitahu jika sekarang mereka sedang berkencan dan mereka sudah menikah.(jadi intinya kenapa Gong Myung harus takut ... hehehe)
Gong Myung bertanya sekarang jam berapa. Mendengar pertanyaan itu Hye Sung merasa Gong Myung menyuruhnya untuk pulang. Hye Sung berkata jika dirinya tidak mau pulang. Tapi Gong Myung tetap menyuruhnya pulang. Mereka pun keluar dari taman. Hye Sung memberitahu Gong Myung "setiap kali melewati tempat ini, aku akan memikirkanmu".
Interview Gong Myung :
"Aku tidak ingin dia pergi, tapi aku juga tahu bahwa dia tidak boleh terlambat. Aku harus mengantarnya pulang, tapi tidak ingin melihat dia pergi. Pikiranku terbagi dua".
Di cuaca yang dingin mereka berdua berjalan menyusuri jalan - jalan yang diterangi lampu - lampu perumahan yang redup .
Bersambung ke episode selanjutnya minggu depan d(^_*)b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar